Saturday, October 25, 2025

MIN 5 Pesisir Selatan Meriahkan Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa dengan Beragam Lomba

 Pasar Baru, Humas — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pesisir Selatan menggelar berbagai lomba yang berlangsung meriah pada Sabtu (25/10) di halaman madrasah. Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Pemuda Cinta Tanah Air, Maju, Kreatif, dan Mandiri”.

Berbagai lomba yang digelar antara lain baca puisi, pembacaan naskah Sumpah Pemuda, fashion show, dan solo song. Setiap cabang lomba mendapat sambutan meriah dari peserta dan penonton.

Kegiatan dibuka oleh ketua pelaksana yang merupakan mahasiswa PPL dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Suasana madrasah tampak semarak dengan antusiasme siswa, guru, pegawai, dan tamu undangan yang turut menyemarakkan acara.

Kepala MIN 5 Pesisir Selatan turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus ditanamkan kepada generasi muda melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi anak-anak kita untuk menunjukkan bahwa mereka adalah generasi yang mencintai tanah air, kreatif, dan mandiri,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah dan piagam penghargaan kepada para pemenang. (Humas MIN 5 Pessel)


Monday, August 25, 2025

Penguatan Moderasi Beragama, Pengawas Madrasah Kunjungi MIN 5 Pesisir Selatan

 Pasar Baru, Humas-- Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Sahril, melakukan kunjungan kerja ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pesisir Selatan, Senin (25/08). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan pendampingan terhadap implementasi kurikulum, khususnya terkait penguatan moderasi beragama dan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran.

Kedatangan Pengawas Madrasah disambut Kepala MIN 5 Pesisir Selatan beserta jajaran guru dan staf. Dalam pertemuan tersebut, Sahril menekankan pentingnya peran madrasah sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan sikap toleran.

"Kurikulum yang kita terapkan harus mampu menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini. Anak-anak harus diajarkan untuk menghargai perbedaan, menjauhi radikalisme, dan memahami bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil 'alamin,"  terangnya.

Ia juga menambahkan, penguatan pendidikan karakter tidak bisa dipisahkan dari pembelajaran sehari-hari.

 "Setiap mata pelajaran, baik itu agama maupun umum, harus disisipkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, dan gotong royong," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala MIN 5 Pesisir Selatan, Novarida menyampaikan bahwa madrasahnya telah mengambil langkah proaktif dalam penguatan karakter dengan menerapkan pola pembelajaran guru asuh.

"Setiap guru bertindak sebagai mentor dan pembimbing bagi beberapa siswa, tidak hanya dalam urusan akademik tetapi juga dalam pembentukan akhlak dan kepribadian mereka sehari-hari," jelasnya. (Aujia)